SMPN 8 Kota Solo yang dipimpin oleh Sarjoko, S.Pd. menggelar pesta demokrasi pemilihan calon ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS ) periode 2026/2027. Sebelum melakukan Pemilos, dilakukan debat calon ketua OSIS dan pembacaan Visi dan misi di halaman SMPN 8.
Kepala Sekolah menyampaikan
dalam pembukaannya Pemilos adalah suatu gambaran miniatur dari pemilu, tujuan
Pemilos yaitu mempersiapkan diri sebelum menggunakan hak suara untuk negara
SMPN 8 Kota Surakarta. Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) menjadi suatu sarana
efektif bagi satuan pendidikan (satdik) untuk mengenalkan pemilihan umum
(pemilu) dan demokrasi kepada para peserta didik, hal ini pula yang dilakukan
oleh SMPN 8 kota Solo. Pemilihan yang dilakukan di aula sekolah ini berlangsung
layaknya pemilihan umum. Istilah lain pemilihan Presiden OSIS.
"Semoga menjadi
pembelajaran yang bermakna bagi semuanya. Untuk memberikan pengetahuan pada
siswa tentang tata cara pemungutan suara yang biasanya dilakukan saat pemilu.
Selain itu agar siswa mampu bertanggung jawab dengan siapa yang dipilihnya. Pemahaman
pemilu memang sengaja ditanamkan sejak SMP supaya siswa mengetahui prinsip
memilih wakil rakyat tanpa ada paksaan. Selain itu, ketua yang mereka pilih
sesuai dengan harapan mereka," terangnya.
Acara dimulai tepat pukul 07.20
WIB, semua petugas sudah siap berada di TPS, lalu melakukan persiapan. Petugas
TPS memberikan penjelasan tentang cara memberikan suara, kondisi surat suara
dan detail teknisnya. Saat datang ke TPS, murid wajib berbaris di depan
panitia, kemudian menunggu panggilan oleh petugas. Murid akan melakukan
presensi dan mendapat surat suara dan langsung masuk ke bilik suara untuk
mencoblos. Satu persatu murid memasuki TPS. Setiap murid diinstruksikan
mengambil kertas suara dan menunggu giliran menggunakan hak pilih. Kartu
tersebut berisi gambar tiga pasangan calon pemimpin / ketua OSIS dan calon
wakil ketua OSIS.
Perlu diketahui bahwa OSIS
adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah. OSIS diurus dan
dikelola oleh murid - murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Anggota
OSIS adalah seluruh murid yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada.
Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi
pengurus OSIS.
Pemilihan calon ketua OSIS ini
menghadirkan 3 (tiga) pasangan kandidat antara lain nomor 1 Oxello Desta A (8A),
nomor 2 Dederia A (8E), nomor 3 Arsyila Safa (8A), sedangkan untuk wakil ketua
OSIS yaitu, 1. Zahra Rahelia (7E), nomor 2 Graciella M (7A), nomor 3 Aryodha
G (7E).
Menurut Waka Kesiswaan Wahyu
Prihatin Sayekti, S.Pd. menyampaikan siswa berlatih berdemokrasi sejak dini.
Artinya anak sejak dini harus sudah bisa mengerti arti dari pada demokrasi.
Pemilihan seperti ini dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan demokrasi
sejak dini.
Tidak jauh berbeda dengan
proses Pemilu, terdapat 2 kotak suara dan 5 bilik suara yang disediakan dalam
penyelenggaraan pemilihan OSIS di ruang Aula. Bilik suara itu untuk kelas 7, 8
dan 9. Jumlah daftar pemilih di ajang pesta demokrasi ini adalah sebanyak 752 Murid
dan 57 Guru dan Tenaga kependidikan SMPN 8.
Sebelum melakukan pencoblosan.
Wakil Kepala Kesiswaan Wahyu Prihatin Sayekti, S.Pd. meminta calon ketua OSIS
untuk menyampaikan visi dan misi di halaman sekolah pada hari Jum’at, 30
Januari 2026 disela-sela acara Jum’at Sehat Depanska. Adu Visi dan misi
berlangsung sengit, hingga membuat riuh para calon pemilih yang memenuhi
halaman SMPN 8.
Hasil kandidat dari 752
pemilih dari Murid dan 57 pemilih dari Guru dan Karyawan hasilnya sebagai Ketua
Umum adalah calon nomor 3 Arsyila Safa (8A) meraih suara terbanyak yaitu 445
dan nomor urut 1 Oxello Desta meraih
suara 25. Sedangkan calon nomor urut 2 Dederia A meraih suara 179. Serta 115
suara yang tidak sah/rusak, dan ada juga yang tidak hadir dalam pemilihan OSIS ini.
Sedangkan Hasil kandidat untuk
calon wakil ketua OSIS adalah calon nomor 2 , nomor 2 Graciella M (7A) meraih
suara 308, nomor 3 Aryodha G (7E) meriah 235 suara, dan nomor urut 1. Zahra Rahelia (7E)
sebanyak 87. Serta 134 suara yang tidak sah/rusak, dan ada juga yang tidak
hadir dalam pemilihan OSIS ini.
Waka Kesiswaan Wahyu Prihatin
Sayekti, S.Pd. berharap kandidat yang bersaing dapat menerima apapun hasil yang
diperoleh dan yang terpilih nantinya menjadi sosok yang dapat memberi contoh
positif bagi teman - temannya. Untuk itu kontestan yang mengikuti pemilihan
agar dapat menerima hasil penghitungan suara.
Sie Publikasi SMPN 8 Kota Surakarta:
Dra. Sri Suprapti

Komentar